Header Ads

Breaking News
recent

Kunjungi Manado, Komnas Anak Temui Gubernur Hingga Hibur Pelajar SMK

Komisi Nasional Perlindungan Anak alias Komnas Anak sebagai institusi independen di bidang promosi, pemenuhan dan perlindungan anak di Indonesia melakukan Kunjungan Kerja (KunKer) perlindungan anak ke Sulawesi Utara, Rabu (5/10).

Kunker yang dipimpin Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak bersama Jolanda E Kalonta Komisioner Pengembangan Sumberdaya dan Fendy Parengkuan Komisioner Pengembangan dan Analisis Data Komnas Anak selama tiga hari dari tanggal 5 sampai 7 Oktober 2016 di kota Manado dimaksudkan untuk membangun gerakan bersama lintas masyarakat dan pemerintah untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak di Sulawesi Utara.

Dalam rangka memutus mata rantai kekerasan terhadap anak di Sulawesi Utara dipandang perlu mendorong tanggung jawab pemerintah memberikan akses kepada masyarakat untuk segera membangun Gerakan Masyarakat Membangun Gerakan perlindungan anak se-Kampung di seluruh desa yang tersebar di Sulawesi Utara.

Program membangun gerakan perlindungan anak se-Kampung dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Anak di seluruh kampung di wilayah hukum Sulawesi Utara di integrasikan dengan program maupun anggaran pengembangan desa sesuai dengan ketentuan Undang-undang Perdesaan. Demikian disampai Arist Merdeka Sirait pada pertemuan dengan Gubernur dan wakil Gubernur Sulut di Manado.

Kunker Perlindungan anak yang didampingi Komda Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulut diawali dengan kunjungan Komnas Perlindungan ke Gubernur Sulawesi Utara, yang diterima oleh Gubernur Olly Dondokambe dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs. Steven dan dilanjutkan dengan bertemu anak-anak dan keluarga korban kejahatan seksual yang dilakukan orang terdekat korban.

Dan untuk memastikan agar anak-anak yang menjadi sasaran kejahatan seksual, bahaya narkoba, pornografi, dan dampak Informatika dan Teknologi serta bullying di lingkungan sekolah, Komnas Perlindungan Anak dengan mengunjungi ribuan anak anak sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Manado untuk mensosialisasi hak-hak anak didalam kehidupan anak-anak di Sulut.

Dalam kunjungan ke SMK 1 Manado, Ketua Umum Komnas Anak mengajak 2000 siswa siswi untuk mendeklarasi bersama untuk mengatakan Tidak Pada Kekerasan, Narkoba, Pornografi dan Bullying dan tekad seluruh anak Indonesia untuk bersama melawan prostitusi online anak.

"Anak harus segera diselamatkan dari bahaya prostitusi online anak dan fenomena gerombolan pemerkosa (geng RAPE) terhadap anak. Keluarga harus menjadi garda terdepan untuk melindungi anak dan menanamkan nilai spritualitas dan agama, serta nilai-nilai sosial yang berkarakter," papar Arist Merdeka Sirait dalam menghibur anak SMK 1 Manado dan mengajak deklarasi Stop terhadap Narkoba, Stop Kekerasan Anak, Stop Pornografi dan stop Bullying dihadapan 2000 siswa-siswi.

Penegakan hukum dan berkeadilan bagi korban juga menjadi prioritas yang terus ditegakkan. Oleh karena itu, katanya, sebagai keterpanggilan mengedepankan kepentingan terbaik anak, Komnas Perlindungan Anak “Selalu Ada” untuk ANAK Indonesia. Demikian disampaikan Arist selepas memberikan arahan dan memandu deklarasi anti terhadap dihadapan wartawan. (znd/serdi)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.